RSS Feed

Ikatan itu Bernama Ukhuwah..

Siapa yg tak ingin mendapatkan saudara baru?
Siapa yg tidak mau menyebarkan pesan kebaikan?
Siapa yg tidak menghendaki kebersamaan hingga jannah?

Saat itu, sebuah kesempatan yang langka menghampiriku : Menjadi pemandu mentoring Agama Islam. Di kampusku, hal ini sudah biasa. Bahkan, setiap tahunnya kegiatan semacam mentoring Agama Islam ini memang diwajibkan bagi seluruh mahasiswa yang beragama Islam. Lalu, apa istimewanya?

Kali ini, tawaran menjadi pemandu mentoring datang bukan dari kampusku, namun dari kampus lain. STTNAS namanya, Sekolah Tinggi Teknologi Nasional Yogyakarta. Berdasarkan penuturan salah seorang pengurus rohis kampus tersebut (UKMI), selama ini belum pernah diadakan mentoring ke-Islaman secara resmi. Inilah kali pertamanya diadakan secara resmi oleh kampus tersebut.

Mengapa saya (lebih tepatnya kami dari beberapa kampus di Jogja) ditawarkan untuk membantu pelaksanaan mentoring tersebut? Selain karena baru pertama kali diadakan, ternyata memang keterbatasan tenaga menjadi penyebabnya. UKMI memang sudah cukup lama berdiri, namun syiar ke-Islaman masih terasa sangat kurang.

Yah, begitulah kondisi mereka. Sejenak aku merasakan betapa syiar Islam itu sangat dibutuhkan kehadirannya. Sahabat-sahabat di sana merasa perlu dibersamai dalam mewarnai kampusnya. Sebagian besar mahasiswa berasal dari wilayah Indonesia Timur, dan mahasiswa Muslim bukanlah mayoritas di sana. Maka inilah ukhuwah, yang mengajarkan kita untuk saling ta’awwun.

Saat diri ini bimbang menerima tawaran ini, tiba-tiba saya teringat sebuah pesan dari seorang ustadz :

Tarbiyah adalah menumbuhkembangkan. Berhasilnya dirimu men-tarbiyah adalah dikala membantu seorang yang belum tau menjadi tau, dan membimbing seorang yang belum soleh menjadi soleh.

“Tahukah kamu barangkali ia ingin membersihkan dirinya (dari dosa), atau dia (ingin) mendapatkan pengajaran, lalu pengajaran itu memberi manfaat kepadanya? Adapun orang yang merasa dirinya serba cukup, maka kamu melayaninya. Padahal tidak ada (celaan) atasmu kalau dia tidak membersihkan diri (beriman). Dan adapun orang yang datang kepadamu dengan bersegera (untuk mendapatkan pengajaran), sedang ia takut kepada (Allah), maka kamu mengabaikannya. Sekali-kali jangan (demikian)! Sesungguhnya ajaran-ajaran Tuhan itu adalah suatu peringatan.” [QS Abasa : 3 – 11]

Satu semester telah berlalu, semoga program mentoring ini terus dijalankan tanpa pernah putus. Program yang resmi disahkan oleh pihak kampus, ini hanya wasilah. Bukanlah dakwah itu sendiri. Namun jika kita bisa menggunakan wasilah itu dengan tepat, maka sampaikanlah dakwah itu pada setiap hati yang terdalam. Balutlah dakwah dan hati itu dengan sebuah ikatan, bernama ukhuwah..

Berfoto di depan Maskam UGM   Berfoto di depan kolam Masjid kampus UGM🙂

Gerbang Maskam UGM

Depan gerbang utama Masjid kampus UGM

About Hajid Al Mahdy

Hajid Al Mahdy, sebuah nama pena. Seorang Muslim yang berdarah Minang, terlahir pada tahun 1992. Memiliki golongan darah AB. Saat ini masih berstatus mahasiswa di Yogyakarta.

6 responses »

  1. STTNAS babarsari kan ya?
    huum.. nek temen2 STTNAS, akprind, dll banyak yang dari InTim bahkan dari timor leste juga.. =D

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: