RSS Feed

Tentang Syukur

Alkisah, seorang Guru yang Soleh tengah menyampaikan nasihat pada muridnya. Guru tadi mengingatkan Muridnya agar selalu bersyukur dengan banyak mengucap “Alhamdulillah” saat keduanya bertemu dan berdiskusi tentang kehidupan.

Suatu ketika sang Murid menghadapi masalah/fitnah yang membuat dia harus mendekam di penjara. Pada awalnya sang Murid mampu menerima cobaan tersebut dengan sabar namun lambat laun karena perlakuan di penjara sangatlah tidak mengenakkan membuat kesabaran sang Murid berada di titik terendah hingga dia berkeluh-kesah akan nasib yang dialaminya ini.

Sampailah keluh-kesah tersebut ke pendengaran sang Guru, hingga kemudian sang Guru bergegas menemui sang Murid. Sang Guru berkata, “Ucapkanlah Alhamdulillah wahai Muridku, hingga berkali-kali!

Sang Murid bertanya, “Kenapa saya harus bersyukur Guru? Bukankah saya menerima perlakuan yang tidak mengenakkan selama di penjara ini?

Guru yang bijaksana itu tersenyum seraya berkata, “Apakah penderitaanmu itu jauh lebih susah dibanding mudahnya kamu beribadah sekalipun di dalam penjara? Apakah kesusahanmu lebih berat dibanding penglihatanmu yang masih berfungsi dengan baik? Apakah kesedihanmu lebih dalam dibandingkan kebahagiaanmu ketika masih bernafas dengan normal?

Seraya tertunduk sang Murid menggelengkan kepalanya.

Wahai Muridku, ketahuilah bahwa semua kesusahanmu itu tidak sebanding sedikitpun dengan kebaikan yang Allah berikan selama ini kepadamu“, lanjut sang Guru. “Karena itu bersyukurlah dan ucapkan Alhamdulillah, karena ucapanmu itu jauh lebih besar nilainya di sisi Allah dibandingkan segala kenikmatan dan kesulitan yang kamu rasakan. Teruslah bersyukur dalam keadaan senang dan susah dan keadaan apapun.

Buliran airmata kemudian berjatuhan dari kelopak mata sang Murid yang nampak kuyu dan lemah itu. Namun sejurus kemudian airmata itu surut, matanya berbinar cahaya dan senyuman tersungging di bibirnya yang kering dan luka.

“Dan demikianlah telah Kami uji sebahagian mereka (orang-orang kaya) dengan sebahagian mereka (orang-orang miskin), supaya (orang-orang yang kaya itu) berkata: “Orang-orang semacam inikah di antara kita yang diberi anugerah Allah kepada mereka?” (Allah berfirman): “Tidakkah Allah lebih mengetahui tentang orang-orang yang bersyukur (kepadaNya)?” [QS Al An’aam : 53]

About Hajid Al Mahdy

Hajid Al Mahdy, sebuah nama pena. Seorang Muslim yang berdarah Minang, terlahir pada tahun 1992. Memiliki golongan darah AB. Saat ini masih berstatus mahasiswa di Yogyakarta.

2 responses »

  1. alhamdulillaah…

    memang terlalu sering kita baru sadar akan suatu nikmat ketika nikmat itu dicabut..
    kita? fajar aja kalee… haghag

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: