RSS Feed

Golongan yang Selamat

Pernahkah kita mendengar sebuah ungkapan kurang lebih begini :

“Sebutir mutiara, sekalipun ia tertimbun di dalam onggokan cirik (kotoran) kerbau, ia tetaplah mutiara.”

mutiaraUngkapan ini kurang lebih berarti, seorang yang bersih, baik, pun soleh, sekalipun ia berada di tengah-tengah kekotoran, kriminalitas, atau kemaksiatan, ia tetaplah seperti itu. Sedikitpun ia tak terpengaruh oleh lingkungannya yang biadab. Hal ini hanya bisa terjadi jika kualitas keimanan seseorang begitu tinggi. Ibaratnya seorang pendekar sakti yang kebal terhadap apapun bentuk serangan lawan yang mematikan, maka dalam hal ini adalah hati yang kebal terhadap apapun bentuk godaan di sekitarnya.

Tidak ada yang salah memang, jika kita memaknai ungkapan ini seperti demikian. Namun sebetulnya, kondisi yang seperti ini dirasa masih belum cukup. Istilahnya, kurang greget!

Al-Quran mengajarkan kita agar setiap “Mutiara” yang ada, tidaklah berdiam diri di tengah kotoran yang memenuhi sekelilingnya. Ia diharapkan mengerahkan segala daya dan upaya untuk “membersihkan” kotoran tersebut, jika tidak mungkin menyulapnya menjadi “mutiara” serupa.

Inilah yang disebutkan dalam Surat Al A’raaf : 163-165. Dikisahkan, kala itu penduduk Bani Israil memiliki kewajiban beribadah pada hari Sabat. Pada hari tersebut, seluruh manusia diperintahkan beribadah secara sungguh-sungguh, dan sama sekali meninggalkan aktifitas duniawi. Namun, Allah memberikan sedikit godaan bagi mereka. Pada hari ketika semua penduduk beribadah tersebut, Allah memunculkan ikan-ikan ke permukaan air, padahal hari biasa  mereka melakukan aktifitas, ikan-ikan tersebut susah didapatkan.

Walhasil, banyak yang tergoda untuk menjaring ikan tersebut, dan meninggalkan ibadah pada hari Sabat. Penduduk Bani Israil pun terbagi menjadi tiga kelompok : Kelompok yang tidak beribadah; Kelompok yang beribadah; Kelompok yang beribadah dan menasihati kelompok yang tidak beribadah.

  • Dan tanyakanlah kepada Bani Israil tentang negeri yang terletak di dekat laut ketika mereka melanggar aturan pada hari Sabtu, di waktu datang kepada mereka ikan-ikan (yang berada di sekitar) mereka terapung-apung di permukaan air, dan di hari-hari yang bukan Sabtu, ikan-ikan itu tidak datang kepada mereka. Demikianlah Kami mencoba mereka disebabkan mereka berlaku fasik.
  • Dan (ingatlah) ketika suatu umat di antara mereka berkata: “Mengapa kamu menasehati kaum yang Allah akan membinasakan mereka atau mengazab mereka dengan azab yang amat keras?” Mereka menjawab: “Agar kami mempunyai alasan (pelepas tanggung jawab) kepada Tuhanmu, dan supaya mereka bertakwa.
  • Maka tatkala mereka melupakan apa yang diperingatkan kepada mereka, Kami selamatkan orang-orang yang melarang dari perbuatan jahat dan Kami timpakan kepada orang-orang yang zalim siksaan yang keras, disebabkan mereka selalu berbuat fasik.[QS Al A’raaf : 163-165]

Secara singkat namun jelas, kelompok yang menasihati mengutarakan dua alasan mengapa ia tetap menasihati kelompok yang tidak beribadah, sekalipun mereka tau bahwa Allah akan mengadzab mereka : Sebagai pelepas kewajiban dakwah; dan supaya mereka (yang berbuat mungkar) bertakwa.

Kepekaan!
Inilah yang terkadang luput dari diri kita. Setiap kita memiliki kewajiban dakwah. Dan setiap kita yang mengetahui adanya kemungkaran, akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan Tuhan nanti, apa yang telah kita perbuat terhadap mereka yang berbuat mungkar tersebut. Sekalipun kita tidak mengetahui dengan pasti apakah mereka akan meninggalkan kemungkaran atau tidak, tetaplah kita yakin bahwa hidayah hanya milik Allah. Tidak ada kewajiban lain bagi kita selain menyampaikan nasihat.

Agama (Ad-Dien) itu adalah nasihat (HR.Muslim)

***

Mutiara memang berkilau indah, namun ia tetaplah mutiara yang tidak bisa membersihkan kotoran. Maka jadilah laksana air. Mengalirnya menyucikan, tenangnya menyegarkan dahaga, bahkan menguapnya pun memberikan kesejukan.

air

About Hajid Al Mahdy

Hajid Al Mahdy, sebuah nama pena. Seorang Muslim yang berdarah Minang, terlahir pada tahun 1992. Memiliki golongan darah AB. Saat ini masih berstatus mahasiswa di Yogyakarta.

2 responses »

  1. pas bgt sama kejadian saat ini..
    syukran..

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: