RSS Feed

12 Angry Men

12amAkhir-akhir ini saya lagi senang menulis tentang film. Kali ini, saya ingin membahas tentang 12 Angry Men. Mendapatkan rating 8.9 (IMDB) untuk film yang dibuat pada tahun 1957 dan masih berupa film hitam-putih cukup menjadi bukti apik-nya film ini.

Film ini berkisah tentang 12 Juri dalam sebuah kasus persidangan. Saya yang tidak begitu paham tentang hukum, hanya bisa bertanya-tanya. Apa itu juri? Kenapa juri harus 12 orang? Siapa saja yang boleh menjadi juri? dll. Namun, itu semua sama sekali tak ada hubungannya dengan film ini.

Kasus yang harus mereka tangani adalah kasus pembunuhan. Tersangkanya adalah seorang anak kecil berusia 18 tahun yang didakwa melakukan pembunuhan berencana terhadap ayahnya. Hebatnya, film ini hanya menampilkan adegan perdebatan 12 orang juri –dengan berbagai latar belakang– dalam menentukan apakah anak tersebut layak mendapat hukuman mati atau tidak. Tidak ada akting yang benar-benar memukau, pun tidak dengan efek visual yang cetar membahana.😀

Selama sekitar 1,5 jam penonton akan disuguhi dialog-dialog dalam satu ruangan tanpa merasa bosan. Ada semacam tempo naik-turun yang dapat dirasakan pada film ini. Menurut saya, inilah yang membuat film ini mendapatkan rating sangat tinggi. Meskipun film ini adalah film jadul, namun film ini sarat akan nilai dan, tentu saja penokohan yang apik. Nilai dan karakter, dua unsur utama dalam suatu karya. Film ini mampu menyuguhkan keduanya, bahkan mengemasnya dengan sempurna!

Ada 12 karakter yang benar-benar berbeda satu sama lainnya, ditunjukkan dalam film ini. Ada yang menjadi leader, seorang yang tegas, plin-plan, peragu, sensitif, apatis, ngotot, logis, dll. Hal menarik lainnya dari film ini adalah, dari sekian banyak karakter itu, tak satupun yang membuat penonton merasa ‘digurui’ oleh film ini. Yang ada, penonton akan menikmati dialektika yang terjadi pada tokoh-tokohnya.

12AngryMen

Perhatikanlah hal-hal yang sepele, bahkan sedetil mungkin. Itulah setidaknya yang bisa ditangkap dari film ini. Pada mulanya, kasus pembunuhan yang dibahas oleh para juri ini tampak begitu terang benderang, dengan segala fakta yang ada pada persidangan. Namun, jika deteliti lebih seksama lagi, akan terlihat banyak keraguan terhadap fakta-fakta tersebut. Reasonable doubt, adalah satu istilah yang ditekankan dalam film ini. 12 Juri harus memiliki satu kata sepakat. Satu saja keraguan beralasan (reasonable doubt), maka para juri tidak seharusnya menyatakan terdakwa bersalah.

Meskipun secara alur film ini cukup mudah ditebak akhirnya, namun adegan-adegannya sangat menarik untuk dinikmati. Inilah mengapa saya merasa puas setelah menonton film ini. Tidak ada tanda tanya lagi, karena semua permasalahan terjawab sepanjang adegan yang ditampilkan.

Terakhir, pelajaran yang perlu diambil dari film ini adalah tentang bagaimana bersikap. Setiap manusia pasti akan mengalami berbagai masalah dalam hidup. Dalam mengambil setiap keputusan, apalagi menyangkut nyawa orang lain seperti  dalam film ini, haruslah benar-benar dilakukan dengan kepala jernih. Berlogika bukan berarti membuang jauh-jauh segala prasangka. Hanya saja, logika akan mati jika kita membawa kepentingan personal.

About Hajid Al Mahdy

Hajid Al Mahdy, sebuah nama pena. Seorang Muslim yang berdarah Minang, terlahir pada tahun 1992. Memiliki golongan darah AB. Saat ini masih berstatus mahasiswa di Yogyakarta.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: