RSS Feed

The Good, The Bad, and The Ugly

The_good__the_bad_and_the_ugly_by_AtixVector“They formed an alliance of hate to steal a fortune in dead man’s gold”. Itulah salah satu tagline film ini. Film berjudul “The Good, The Bad and The Ugly” ini dirilis pada tahun 1966. Film ini adalah legendanya film western. Di IMDB sendiri film ini menjadi lima besar film terbaik. Film yang disutradarai oleh Sergio Leone ini bahkan melebihi sukses film pendahulunya “For a Few Dollars More“. Sukses film ini kemudian diikuti oleh suksesnya film “Once Upon a Time in the West” garapan sutradara yang sama.

Film berdurasi lebih dari 2,5 jam ini bercerita tentang perjalanan tiga koboi yang ditokohkan sebagai the Good / Blondie (Clint Eastwood), the Bad / Angel Eyes (Lee Van Cleef), dan the Ugly / Tuco (Eli Wallach). Penamaan tokoh yang menjadi judul film ini sejatinya menunjukkan karakter mereka, meskipun saya kurang sepakat untuk the Good. Karakter the Bad, memang ditunjukkan benar-benar jahat. The Ugly, no comment lah,😀 . Namun, untuk the Good, IMO sepertinya tidak baik-baik amat. Malah pada beberapa adegan terkesan licik.

Overall, tidak ada spesial efek yang keren pada film ini. Ingat, film ini dirilis tahun 1966. Adegan tembak-menembak ala koboi spageti akan tersaji dengan layar buram yang mengingatkan saya pada film Warkop DKI. Secara akting pun, yang ada hanya keren-kerenan koboi, gaya bicara yang kalem, style berdiri yang gagah, berkuda, dan sejenisnya. Namun tetap, film klasik yang satu ini adalah legenda! Keunggulan utama dari film klasik adalah pada pesan moral yang dapat diambil, tanpa meninggalkan kesan bahwa film ini menggurui penonton.

Sesuai dengan tagline film, ketiga tokoh ini saling bersaing untuk mendapatkan emas yang dikubur di suatu tempat. Sialnya, informasi tentang keberadaan emas tersebut hanya diperoleh sebagian saja untuk masing-masing tokoh ini. Akibatnya, mereka terpaksa “bekerja sama” untuk mendapatkan emas tersebut dengan menggabungkan masing-masing informasi yang mereka miliki. Namun, pada akhirnya mereka saling tembak setelah berada di lokasi emas terpendam itu.

Begitulah watak manusia yang ditunjukkan dalam film ini. Jika menyangkut harta dan kekayaan, dengan “sukarela” manusia akan saling bekerja sama, bahkan mati-matian menyelamatkan nyawa rekannya. Buktinya, di tengah peperangan antara dua kubu sekalipun mereka masih fokus mencari emas. Namun bila sudah berada di hadapan harta, “rekan” itu pun akan ditembak mati juga.

Sebetulnya, masih banyak pesan-pesan singkat nan halus yang bisa ditangkap dari film ini. Sayang, tak enak bila diceritakan di sini semua.

Satu hal yang baru saya sadari dari film ini adalah, ternyata sebuah pistol yang ditembakkan tidak akan mengeluarkan api pada ujungnya. Selama ini saya menikmati film action dimana adegan tembak menembaknya memperlihatkan cahaya api keluar dari ujung pistol. Ketika menonton film ini, barulah saya sadar ternyata api di ujung pistol itu hanya efek film semata. Hahaa..😀

Terakhir, saya ingin mengutip tagline lainnya dari film ini : “A classic western! A classic music theme!” Legend!🙂

About Hajid Al Mahdy

Hajid Al Mahdy, sebuah nama pena. Seorang Muslim yang berdarah Minang, terlahir pada tahun 1992. Memiliki golongan darah AB. Saat ini masih berstatus mahasiswa di Yogyakarta.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: