RSS Feed

‘Tuk yang Selalu Mencinta

“bahagiamu adalah bahagiaku”
lalu mengapa tak kubiarkan engkau bercumbu dengannya
sedang di sana kulihat engkau tertawa

“sedihmu adalah sedihku”
lalu mengapa tak kubiarkan engkau pergi
sedang aku tak bisa membuatmu tertawa

“senyummu adalah senyumku”
lalu mengapa harus ku sedih saat engkau berlalu
sedang aku tak sanggup menawan senyummu

“dukamu adalah dukaku”
lalu mengapa harus ku menahanmu
sedang yang kutawarkan tak lebih dari duka

16 Februari 2009
sebuah coretan lama terpendam

About Hajid Al Mahdy

Hajid Al Mahdy, sebuah nama pena. Seorang Muslim yang berdarah Minang, terlahir pada tahun 1992. Memiliki golongan darah AB. Saat ini masih berstatus mahasiswa di Yogyakarta.

2 responses »

  1. haaai,

    seperti galaulama #eh

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: