RSS Feed

100 Years

I’m 15 for a moment
Caught in between 10 and 20
And I’m just dreaming
Counting the ways to where you are
I’m 22 for a moment
She feels better than ever
And we’re on fire
Making our way back from Mars

15 there’s still time for you
Time to buy and time to lose
15, there’s never a wish better than this
When you only got 100 years to live

I’m 33 for a moment
Still the man, but you see I’m a they
A kid on the way
A family on my mind
I’m 45 for a moment
The sea is high
And I’m heading into a crisis
Chasing the years of my life

15 there’s still time for you
Time to buy and time to lose yourself
Within a morning star
15 I’m all right with you
15, there’s never a wish better than this
When you only got 100 years to live

Half time goes by
Suddenly you’re wise
Another blink of an eye
67 is gone
The sun is getting high
We’re moving on…

I’m 99 for a moment
Dying for just another moment
And I’m just dreaming
Counting the ways to where you are

15 there’s still time for you
22 I feel her too
33 you’re on your way
Every day’s a new day…

15 there’s still time for you
Time to buy and time to choose
Hey 15, there’s never a wish better than this
When you only got 100 years to live

Bagi saya, lagu ini sangat sederhana. Mengisahkan kisah hidup manusia yang berusia 100 tahun. Cukup jelas tergambar dari liriknya, hal-hal yang ia rasakan pada setiap fase usia. Mulai dari usia penuh kegalauan, 15 tahun. Kemudian beranjak usia 22 tahun, masa-masa muda yang berapi-api (kata bang Haji Rhoma🙂 ). Lanjut usia 33 tahun, menikmati masa-masa indah bersama keluarga, sebelum memasuki masa galau kedua, usia 45 tahun. Saat separuh usia terlewati, secara mengejutkan diri manusia menjadi sosok yang sangat bijaksana. Barulah kemudian ia memasuki usia senja, 67 tahun. Setelah itu, pada penghujung usia, 99 tahun, barulah ia mengingat kembali masa-masa yang telah ia lalui.

Saya kagum dengan konsep pada lagu ini. Setidaknya, lagu ini mengajarkan kita bahwa manusia tempatnya lalai dan lupa. Setelah memasuki penghujung usia, barulah kita memikirkan apa yang telah kita kerjakan di masa lampau. Bahkan, bagian reff lagu ini selalu mengulang syair “15 there’s still time for you“. Yup, usia 15 tahun, fase galau pertama adalah saat yang menentukan kedewasaan dan masa tua kita. Jika sudah berada pada fase tua, hampir pasti setiap kita berangan-angan untuk kembali ke usia 15 tahun. Minimal, ada kesempatan untuk memperbaiki masa muda kita.

Secara musikalitas, jenis vokal Five for Fighting ini sangat khas. Easy listening, teknik vokal yang keren, terutama sekali suara falsetto-nya. Perpindahan suara falsetto ke suara normal sangat halus. Tidak banyak yang bisa bernyanyi seperti itu. Plus, nyanyinya sambil main piano lagi, hihihii.. bikin ngiri gw ajah🙂

Well, ini dia lagunya –> 100 Years by Five for Fighting

dan ini videonya :

About Hajid Al Mahdy

Hajid Al Mahdy, sebuah nama pena. Seorang Muslim yang berdarah Minang, terlahir pada tahun 1992. Memiliki golongan darah AB. Saat ini masih berstatus mahasiswa di Yogyakarta.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: