RSS Feed

Empat Golongan Objek Dakwah

Hasan al Banna

Kami hanya ingin agar kelak –dalam menyikapi dakwah kami– orang akan masuk ke dalam salah satu dari empat golongan berikut :

  1. Golongan Mukmin

Mereka adalah orang-orang yang meyakini kebenaran dakwah kami, percaya pada perkataan kami, mengagumi prinsip-prinsip kami, dan menemukan padanya kebaikan yang menenangkan jiwanya. Kepada orang yang seperti ini kami mengajak untuk segera bergabung dan bekerja bersama kami agar jumlah para mujahid semakin banyak, dan agar dengan tambahan suara mereka, suara para da’i akan semakin meninggi.

Iman tidak akan mempunyai arti bila tak disertai dengan amal. Aqidah tak akan memberi faedah bila tidak mendorong penganutnya untuk berbuat dan berkorban demi menjelmakannya menjadi kenyataan.

Begitulah yang terjadi pada generasi terdahulu umat ini, dimana Allah melapangkan dada mereka untuk menerima hidayah. Mereka mengikuti jejak para Nabinya, beriman pada risalahnya, dan berjihad dengan jihad yang benar dalam menegakkan misi suci itu. Kami berharap agar Allah Swt memberikan pahala yang banyak kepada para pendahulu ini, ditambah dengan pahala orang-orang yang mengikuti jejak mereka, tanpa mengurangi pahala orang yang mengikutinya.

  1. Golongan yang Ragu-ragu

Boleh jadi mereka adalah orang-orang yang belum mengetahui secara jelas hakikat kebenaran dan belum mengenal makna keikhlasan serta manfaat di balik ucapan-ucapan kami. Mereka bimbang dan ragu.

Adapun bagi golongan ini, biarkanlah mereka bersama keraguannya, sembari disarankan agar mereka tetap berhubungan dengan kami, dan apa saja yang terkait dengan kami –baik dari jauh maupun dari dekat– mengunjungi klub-klub kami, dan berkenalan dengan saudara-saudara kami. Setelah itu, insya Allah hati mereka akan tenteram dan dapat menerima kami. Begitu pulalah tabiat golongan manusia peragu, yang menjadi pengikut para Rasul zaman dahulu.

  1. Golongan yang Mencari Keuntungan

Boleh jadi, mereka adalah kelompok yang tidak ingin memberikan dukungan pada kami sebelum mengetahui keuntungan materi yang dapat mereka peroleh sebagai imbalannya.

Kepada mereka kami mengatakan, “Menjauhlah! Di sini hanya ada pahala dari Allah jika kamu memang benar-benar ikhlas; dan surge-Nya, jika Ia melihat ada kebaikan dalam hatimu. Adapun kami adalah orang-orang yang tidak memiliki harta dan popularitas. Semua yang kami lakukan adalah pengorbanan dengan apa yang ada di tangan kami dan dengan segenap kemampuan yang ada pada kami; dengan harapan bahwa Allah akan meridhai. Dialah sebaik-baik pelindung dan sebaik-baik penolong.

Andai suatu saat Allah menyingkap tabir kegelapan dari hati mereka dan menghilangkan kabut keserakahan dari jiwa mereka, niscaya mereka akan tahu bahwa sesungguhnya apa yang ada di sisi Allah itu jauh lebih baik dan lebih kekal. Kami percaya, hal itu akan mendorongnya bergabung dengan barisan Allah.

Andaikan tidak demikian, sungguh Allah tidak membutuhkan orang yang tidak melihat bahwa hak Allah-lah yang pertama harus ditunaikan, pada diri, harta, dunia, akhirat, hidup, dan matinya. Begitulah yang pernah terjadi, ketika sekelompok orang enggan berbaiat pada Rasulullah Saw. Pada  waktu itu, Rasulullah Saw hanya menyatakan bahwa bumi ini adalah milik Allah, yang Ia wariskan pada siapa yang dikehendaki-Nya. Sesungguhnya, kemenangan akhir selalu menjadi milik orang-orang yang bertaqwa.

  1. Golongan yang Berprasangka Buruk

Barangkali mereka adalah orang-orang yang selalu berprasangka buruk pada kami dan hatinya diliputi keraguan atas kami. Mereka selalu melihat kami dengan kacamata hitam pekat, dan tidak berbicara tentang kami kecuali dengan pembicaraan yang sinis. Kecongkakan telah mendorong mereka untuk terus berada pada keraguan, kesinisan, dan gambaran negatif tentang kami.

Bagi kelompok ini, kami bermohon kepada Allah Swt agar berkenan memperlihatkan al-haqq sebagai al-haqq, dan memberi kekuatan pada kami untuk mengikutinya; serta memperlihatkan kebatilan sebagai kebatilan, dan memberi kekuatan pada kami untuk menjauhinya. Kami memohon pada Allah Swt agar berkenan menunjuki kami dan mereka ke jalan yang lurus.

Kami akan selalu mendakwahi mereka jika mereka mau menerima, dan kami juga berdoa pada Allah Swt agar berkenan menunjuki mereka, karena hanya Ia-lah yang memberi petunjuk. Allah telah berfirman pada Nabi Saw :

Sesungguhnya kamu tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang yang kamu kasihi, tetapi Allah memberi petunjuk kepada orang yang dikehendaki-Nya, dan Allah lebih mengetahui orang-orang yang mau menerima petunjuk.” (Al-Qashash : 56)

Meskipun demikian, kami tetap mencintai mereka dan berharap suatu saat mereka akan sadar dan percaya pada dakwah kami. Terhadap mereka, juga mendoakan hal yang sama sebagaimana Rasulullah Saw pernah berdoa :

Ya Allah, ampunilah kaumku karena sesungguhnya mereka tidak mengetahui” (HR. Bukhari)

***

Kami menginginkan ada salah satu dari semua golongan tadi yang bergabung bersama kami. Kini tiba saatnya bagi setiap Muslim untuk memahami tujuan hidupnya dan menentukan arah perjalanannya. Ia harus bekerja dengan sungguh-sungguh untuk menempuh jalan tersebut agar dapat mencapai tujuannya. Adapun mereka yang lalai dan menikmati kebingungan; suka bersantai-santai; yang hatinya buta; dan gampang terbujuk oleh rayuan, maka tidak ada tempat bagi mereka di jalan panjang orang-orang yang beriman.

Risalah Dakwatuna, Ashnaafun Arba’atun
-Hasan al Banna-

About Hajid Al Mahdy

Hajid Al Mahdy, sebuah nama pena. Seorang Muslim yang berdarah Minang, terlahir pada tahun 1992. Memiliki golongan darah AB. Saat ini masih berstatus mahasiswa di Yogyakarta.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: