RSS Feed

Human

I did my best to notice
When the call came down the line
Up to the platform of surrender
I was brought but I was kind

And sometimes I get nervous
When I see an open door
Close your eyes, clear your heart
Cut the cord

*Are we human or are we dancer?
My sign is vital, my hands are cold
And I’m on my knees looking for the answer
Are we human or are we dancer?

Pay my respects to grace and virtue
Send my condolences to good
Hear my regards to soul and romance
They always did the best they could

And so long to devotion
You taught me everything I know
Wave goodbye, wish me well
You’ve gotta let me go

(back to *)

Will your system be alright
When you dream of home tonight
There is no message we’re receiving
Let me know, is your heart still beating?

Are we human or are we dancer?
My sign is vital, my hands are cold
And I’m on my knees looking for the answer

You’ve gotta let me know

(back to *)

Are we human or are we dancer?
Are we human or are we dancer?

*Klik untuk mendengar lagunya*

Lagu ini dibawakan oleh the Killers, sebuah band yang baru dibentuk tahun 2001 di Amerika sana. Sebenarnya saya sendiri masih bingung dengan genre musik seperti ini. Ini rock, tapi kok seperti dicampur dengan disco?? -__-“

Oke, tinggalkan genre-nya. Saya lebih terganggu dengan salah satu baris pada reff lagu ini :

Are we human, or are we dancer

Kenapa kata ‘human’ dipasangkan dengan ‘dancer’? memangnya ‘dancer’ itu bukan ‘human?’

Ada satu titik temu yang pada akhirnya membuat saya paham, kenapa ‘dancer’ dikatakan bukan ‘human’ dalam lagu ini. Dancer adalah seorang yang diharuskan mengikuti arahan koreografi, iringan musik, dsb. Sementara ‘Human,’ tidak begitu.
Sekian–😛

Yap, salah satu sudut pandang yang saya tangkap adalah, bahwa ‘human’ bukan seorang yang ter-koreografi. Human hidup dengan berbagai pilihannya sendiri. Ia menjadi apa yang ia inginkan, ia memilih apa yang ia inginkan, dan ia hidup bersama apa yang ia inginkan. Itulah human.

Berbeda dengan dancer, karena dancer harus mengikuti apapun koreografi yang sudah ditentukan terhadap dirinya. Yang menjadi pertanyaan adalah, bukankah ‘Human’ juga memiliki koreografer sendiri, yakni Tuhan?

Ah, bisa jadi yang dimaksud dengan koreografer adalah “orang lain”. Artinya, ‘human’ adalah mereka yang tidak ter-koreografi oleh manusia lainnya. Bisa jadi..

Kesimpulannya, apakah yang dimaksud dengan “Human” di lagu ini berarti seseorang yang tidak memiliki atau mengikuti “Sang Koreografer”, dalam kata lain, apakah yang benar-benar human adalah seorang atheis? atau hanya sebatas manusia yang memiliki kehendak sendiri, tanpa ada campur tangan manusia lain? Entahlah..

About Hajid Al Mahdy

Hajid Al Mahdy, sebuah nama pena. Seorang Muslim yang berdarah Minang, terlahir pada tahun 1992. Memiliki golongan darah AB. Saat ini masih berstatus mahasiswa di Yogyakarta.

2 responses »

  1. logika yang bagus (y)

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: