RSS Feed

Keutamaan Ramadhan

ramadhan

Imam Malik rahimahullah biasa bertanya kepada para sahabatnya tentang cara dan bentuk amalan apa yang mereka lakukan agar ibadah Ramadhan tahun ini menjadi lebih baik dari sebelumnya, menjawab pertanyaan di atas berikut beberapa amalan utama selama Ramadhan :

  • Berpuasa dengan ilmu dan kualitas terbaik lewat cara merasakan hubungan langsung dan tanpa perantara apalagi penghalang antara kita dengan Allah azza wa jalla.

Dari Abu Hurairah ra. ia berkata, Rasulullah SAW. bersabda: “Setiap amalan kebaikan yang dilakukan oleh manusia akan dilipatgandakan dengan sepuluh kebaikan yang semisal hingga tujuh ratus kali lipat. Allah SWT. berfirman:”Kecuali amalan puasa. Amalan puasa tersebut adalah untuk-Ku dan Aku sendiri yang akan membalasnya. Disebabkan dia telah meninggalkan syahwat dan makanannya karena-Ku. Bagi orang yang berpuasa akan mendapatkan dua kegembiraan yaitu kegembiraan ketika dia berbuka dan kegembiraan ketika berjumpa dengan Rabbnya. Sungguh bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah daripada bau minyak kasturi.” (HR. Bukhari dan Muslim, ini lafadz Muslim)

  • Menjadikan perolehan ampunan (magfirah) sebagai misi uatama dalam shaum, sehingga pelaksanaan ibadah ramadhan dikerjakan dengan penuh kekhusyu’an dan kerendahan serta kehinaan diri di hadapan Allah.

Abu Hurairah ra. meriwayatkan dari Nabi SAW. bahwa beliau bersabda: “BArangsiapa yang berpuasa dibulan ramadhan dnegan penuh keimanan dan mengharap pahala, maka akan diampuni dosa-dosanya yanga telah lalu. Dan abrangsiapa menghidupkan malam Lailatul Qadr dengan penuh keimanan dan mengharap pahala, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari dan Muslim)

  • Menargetkan diri untuk meninggalkan maksiat secara total dengan menjadikan ibadah shaum sebagai perisainya.

Abu Hurairah ra. meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW. bersabda: “Puasa adalah perisai, maka janganlah ia berkata-kata keji, dan janganlah berperilaku dengan perilakunya orang-orang jahil, apabila seseoarang memusuhinya atau mencelanya maka hendaklah ia mengatakan: Sesungguhnya saya sedang berpuasa (dua kali).” (HR. Bukhari dan Muslim, ini lafadz Bukhari)

  • Disiplin tinggi dalam mendirikan shalat tarawih dan qiyamullail (tahujjud) dengan penuh semangat dan kekhusyu’an

Abu Hurairah ra. meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW. bersabda: “Barangsiapa yang menghidupkan malam bulan ramadhan dengan penuh keimanan dan mengharap pahala, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.”(HR. Bukhari dan Muslim).

Dan hamba-hamba Tuhan yang Maha Penyayang itu (ialah) orang-orang yang berjalan diatas bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka, mereka mengucapkan kata-kata (yang mengandung) keselamatan. Dan orang yang melalui malam hari dengan bersujud dan berdiri untuk TUhan mereka. (QS. Al-Furqan [25]:63-64)

  • Berkomitmen untuk mendirikan shalat-shalat dengan berjamaah bersama imam hingga selesai.

Rasulullah SAW. bersabda:”Seorang laki-laki yang shalat bersama imam sampai selesai maka ia pahalanya dihitung seperti orang yang melakukan qiyamullail sepanjang malam.” (HR. Ahmad, Ibnu Majah, Tirmizi dan al-Nasa’i).

  • Bergaya hidup dermawan minimal dengan memberikan menu berbuka kepada yang berpuasa dan dengan mengeluarkan zakat, infaq, sedekah, wakaf bahkan jihad harta di jalan Allah.

Dari Ibunu Abbas ra. ia berkata: “Rasulullah SAW. adalah orang yang paling dermawan, dan beliau paling dermawan pada bulan ramadhan, ketika ditemui oleh Malaikat Jibril pada setiap malam pada bulan ramadhan, dan mengajaknya membaca dan mempelajari Al-Quran. Ketika ditemui Jibril, Rasulullah SAW. adlah lebih dermawan daripada angin yang ditiupkan. (HR. Bukhari dan Muslim).

Dari Zaid bin Khalid al Juhanni, ia berkata, Rasulullah SAW. bersabda: Barangsiapa yang memberikan bukaan kepada orang yang berpuasa, maka ia akan mendapatkan pahala seperti pahalanya orang yang berpuasa, sementara pahala orang yang berpuasa tersebut tidak dikurangi sedikitipun.”(HR. Ahmad, Tirmizi, Ibnu Majah dan al-Nasa’i).

  • Memaksimalkan tilawah dan tadarus Al-Qur’an dengan penuh kesungguhan, serta mentadabburi dan mengamalkannya, karena Ramadhan adalah bulan Al-Qur’an.

Nabi SAW. membaca, mengulangi dan mempelajari Al-Qur’an pada bulan ini bersama malaikat Jibril seperti yang dijelaskan dalam hadits diatas. Dan para generasi awal islam selalu menggunakan kesempatan ramadhan ini, untuk lebih memperbanyak membaca Al-Qur’an dibanding bulan-bulan lainnya.

  • Tetap duduk di masjid usai berjamaag subuh hingga matahari terbit dan mengerjakan shalat sunnah dua rakaat.

Dari Anas bin Malik, ia berkata, Rasulullah SAW. bersabda:“Barangsiapa yang sholat subuh berjamaah, kemudian duduk berdzikir sampai terbit matahari, kemudian sholat dua rakaat maka dia mendapatkan pahala sebagaimana pahala haji dan umrah sempurna sempurna sempurna.”(HR. Tirmizi).

  • Memusatkan segenap dimensi dan potensi diri hanya untuk Allah demi menguatkan hubungan diri dengan-Nya dengan cara beritikaf di masjid, terutama pada 10 malam terakhir bulan Ramadhan.

Dari Abu Hurairah ra. ia berkata,“Nabi SAW. selalu beri’tikaf setiap ramadhan selama sepuluh hari, sedangkan pada tahun beliau meninggal dunia beliau telah beri’tikaf selama dua puluh hari. (HR. Bukhari).

  • Merasakan kenikmatan beribadah haji bersama Rasulullah SAW. dengan cara berumrah di bulan ramadhan bagi yang mampu.

“Sesungguhnya umrah di bulan ramadhan dapat mengganti haji bersamaku”(HR. Bukhari dan Muslim).

  • Berjuang melesatkan kualitas diri dan perolehan balasan kebajikan melebihi amal yang dikerjakan selama 1000 tahun, dengan berjuang keras sejak malam pertama menjadi yang terpilih di malam qadar.

Abu Hurairah ra. meriwayatkan dari Nabi SAW. bahwa beliau bersabda:“Barangsiapa yang berpuasa di bulan ramadhan dengan penuh keimanan dan mengharapkan pahala, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu, barangsiapa yang menghidupkan malam lailatul qadar dengan penuh keimanan dan mengharapkan pahala, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.”(HR. Bukhari dan Muslim).

  • Berusaha menjadi pemenang yang paling banyak melakukan kebajikan dan dzikir serta doa dan istighfar di sepertiga akhir malam.

Dan untuk yang demikian itu hendaknya orang berlombalomba. (QS. Al-Muthaffifin[83]:26)

Demikianlah beberapa amalan utama di bulan Ramadhan.

Wallahu a’lam bish shawab.

About Hajid Al Mahdy

Hajid Al Mahdy, sebuah nama pena. Seorang Muslim yang berdarah Minang, terlahir pada tahun 1992. Memiliki golongan darah AB. Saat ini masih berstatus mahasiswa di Yogyakarta.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: