RSS Feed

Pasukan yang Terluka

pejuangBagaimanakah nasibnya sekelompok pasukan yang sedang terluka bila menghadapi pasukan lawan yang sangat kuat, unggul secara jumlah dan peralatan tempur? Adakah masuk akal mereka akan menang dalam pertempuran tersebut?

Pasukan ini sedang terluka, lahir dan batin. Pucuk pimpinan sedang terluka. Beberapa panglima senior telah pergi menemui Rabb-nya. Adapula sebagian personil yang membelot, menyempal dan keluar dari pasukan besar. Sebagian personil khusus juga ada yang telah jatuh kepada kesalahan dan pelanggaran. Banyak prajurit yang mengalami luka-luka fisik. Antara sabetan pedang, tusukan panah dan hantaman tombak. Luka di badan, di kaki, tangan, wajah dan seluruh anggota tubuh. Berbagai isu negatif juga menerpa dengan hebatnya. Sebagian pasukan ada yang telah tersungkur di atas lututnya, sebagian lain duduk terhempas lemas melempar pedang. Tak sanggup lagi melanjutkan perjuangan.

Sedangkan pasukan lawan dalam kondisi terbalik. Situasi kejiwaan mereka sedang naik dan semangat mereka sedang membara. Secara jumlah personil, peralatan tempur, kendaraan dan kekuatan dana, keunggulan mereka sangat nyata dan kentara. Apalagi mereka baru saja berhasil melakukan pukulan-pukulan telak terhadap pasukan ini. Bahkan menusuk ke arah jantung. Tidak logis rasanya pasukan yang terluka ini akan mampu bertahan menghadapi lawan yang begitu kuat. Apalagi untuk mengalahkannya.

Akan tetapi, tidak ada yang mustahil dalam ilmu Allah. Pasukan yang terluka ini bangkit, sehari setelah “babak belurnya” mereka. Dengan keyakinan yang kuat kepada Allah, dan pengorbanan maksimal dari seluruh prajurit, bahkan dari pasukan yang terluka. Semua bangkit menyerang lawan, sehingga lawan ketakutan lari terbirit-birit meninggalkan medan pertempuran.

Itulah dia Perang Hamra’ul Asad, sehari setelah perang uhud.

Dalam perjalanan hidup para pejuang kebenaran, situasi yang mirip dengan kejadian di atas bukan mustahil terulang kembali. Maka setiap pejuang kebenaran, jangan pernah putus asa! Seburuk apapun situasi, dengan bergantung kepada Allah dan kekuatan-Nya, kebenaran akan menang dan berjaya.

About Hajid Al Mahdy

Hajid Al Mahdy, sebuah nama pena. Seorang Muslim yang berdarah Minang, terlahir pada tahun 1992. Memiliki golongan darah AB. Saat ini masih berstatus mahasiswa di Yogyakarta.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: