RSS Feed

Kultsum bin Al-Aghar

Dikisahkan bahwa Kultsum bin al Aghar adalah seorang yang terkenal dengan kecerdikan dan kepintaran.

Dia adalah seorang panglima tentara Khalifah Abdul Malik bin Marwan. Dia sangat dibenci oleh Hajjaj bin Yusuf yang sangat kejam. Lalu ia membuat makar supaya Abdul Malik bin Marwan menjatuhkan hukuman mati terhadap Kultsum dengan cara dipenggal batang lehernya.

Ibu Kultsum berusaha menemui Abdul Malik memohon amnesti untuk anaknya. Diharapkan ia menaruh rasa simpati kepadanya karena ia sudah berumur lebih dari satu abad.

Abdul Malik memberikan jawaban: Saya akan menyuruh Hajjaj untuk menulis di atas dua kertas; yang pertama “dibunuh” dan di kertas kedua “tidak dibunuh”. Selanjutnya kita suruh anakmu memilih salah satu kertas sebelum hukuman dilaksanakan. Andaikan ia betul teraniaya, Allah pasti akan membebaskannya.

Perempuan tua itu keluar dari istana Abdul Malik dalam keadaan sedih. Dia yakin bahwa Hajjaj sangat membenci anaknya. Sudah bisa dipastikan kalau Hajjaj akan menulis “bunuh” di kedua kertas.

Kultsum berkata kepada ibunya, “Jangan cemas ibu, serahkan urusannya kepadaku.

Ternyata betul-betul seperti itu. Hajjaj menulis kalimat “bunuh” di kedua kertas.

Orang banyak berkumpul di hari yang sudah ditentukan. Mereka ingin melihat apa yang akan dilakukan oleh Kultsum.

Tatkala Kultsum datang di tempat eksekusi, Hajjaj berkata kepadanya sambil memperlihatkan seringai kejinya, “Pilihlah salah satu!

Kultsum tersenyum.

Dia mengambil salah satu kertas sambil berkata, “Aku pilih ini.

Setelah mengambilnya ia langsung menelan kertas itu tanpa membacanya.

Hakim jadi kaget dan berkata, “Apa yang kamu lakukan wahai Kultsum? Kamu dusah makan kertas itu tanpa memberi tahu kepada kami apa yang tertulis di dalam.

Wahai tuan, aku telah memilih kertas dan memakannya tanpa mengetahui dulu tentang apa yang tertulis di dalamnya. Lihatlah kertas kedua, yang tertulis di dalamnya pasti kebalikan yang aku makan.

Hakim melihat kertas yang satunya lagi, dan ternyata yang tertulis di sana adalah kata-kata “bunuh”. Seluruh orang bergemuruh dan meneriakkan, “Kultsum sudah memilih ‘jangan dibunuh!!!’

***

Sedikit berpikir, kita bisa membuat sesuatu yang besar. Bila Anda ingin melakukan sesuatu yang besar, mestilah “berpikir” terlebih dahulu. Salah pikir bisa membahayakan jiwa. Apalagi salah pikir dalam masalah agama, bisa terjun bebas, ke Jahannam!

About Hajid Al Mahdy

Hajid Al Mahdy, sebuah nama pena. Seorang Muslim yang berdarah Minang, terlahir pada tahun 1992. Memiliki golongan darah AB. Saat ini masih berstatus mahasiswa di Yogyakarta.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: