RSS Feed

Singa Cap Kambing

Induk Kambing dan Anak Singa
Alkisah, tersebutlah seekor anak singa yang terpisah dari induknya sejak lahir. Ganasnya belantara membawanya kebingungan menyambung hidup di rimba raya. Akhirnya terdamparlah ia di satu kelompok kambing. Karena si singa masih mungil, rombongan kambing tidak takut. Singa kecil tersebut disambut dan diterima hidup bersama ditengah kawanan kambing itu.

Singa kecil tadi belajar hidup sepenuhnya dari kambing. Ia belajar makan rumput, belajar mengembik, belajar hidup berkelompok ala kambing, bahkan mengadopsi perilaku dan tata cara hidup kambing secara keseluruhannya. Semua dilakukannya dengan bersusah payah, karena sejatinya ia bukanlah seekor kambing.

Setelah beberapa lama, jadilah dia seekor singa dewasa yang mengembik, hobi mengunyah rumput, tidak suka makan daging, akrab dengan kambing. Hal ini tentu saja membuat kawanan kambing amat suka ria. Khusus pada singa ini, kawanan kambing tak perlu takut dan khawatir.

Syahdan, kabar berita perihal singa berperilaku seperti kambing ini terdengar oleh seekor Singa tua. Awalnya sang singa tua tidak yakin akan kebenaran beritanya. Dicarinyalah singa cap kambing tersebut untuk membuktikan kebenaran berita yang didengarnya. Diintainya kawanan kambing yang ditengahnya ada singa cap kambing itu. Saat sang singa tua menampakkan diri, kawanan kambing itu segera berlari ketakutan. Termasuk singa cap kambing itu, karena dia melihat kawan-kawannya lari ketakutan saat melihat makhluk aneh, berambut gondrong, bertaring, dan
mengaum dengan keras.

Sang singa tua baru percaya. Ternyata singa cap kambing itu memang ada, bukan hanya isapan jempol belaka. Maka yang perlu dilakukan sang singa tua adalah mengembalikan singa cap kambing itu pada jati dirinya yang sesungguhnya. Agar ia bisa makan ala singa, mengaum ala singa, bergaul ala singa, dan hidup ala singa.

***

Singa cap kambing itu adalah gambaran mayoritas umat Islam sekarang ini. Sejak lahir telah kehilangan identitas dan jati diri Islamnya. Cara merayakan kelahiran, cara menamai anak, cara mendidik, cara bergaul, cara berpakaian, dan bahkan cara hidupnya jauh dari Islam. Bahkan, Cara ibadahnya pun melenceng dari islam, hingga ada yang ikut-ikutan agama lain. Na’udzubillah.

Kenapa bisa sampai demikian ??

Jawabannya karena sudah lama umat ini kehilangan induk. Akhirnya dipelihara dan dibesarkan dengan cara orang-orang yang cuma meniru, membebek, dan ikut-ikutan agama diluar islam. Satu-satunya yang masih Islam cuma agamanya.

Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhan, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu. (QS Al-Baqarah : 208)

About Hajid Al Mahdy

Hajid Al Mahdy, sebuah nama pena. Seorang Muslim yang berdarah Minang, terlahir pada tahun 1992. Memiliki golongan darah AB. Saat ini masih berstatus mahasiswa di Yogyakarta.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: