RSS Feed

Kultsum bin Al-Aghar

Dikisahkan bahwa Kultsum bin al Aghar adalah seorang yang terkenal dengan kecerdikan dan kepintaran.

Dia adalah seorang panglima tentara Khalifah Abdul Malik bin Marwan. Dia sangat dibenci oleh Hajjaj bin Yusuf yang sangat kejam. Lalu ia membuat makar supaya Abdul Malik bin Marwan menjatuhkan hukuman mati terhadap Kultsum dengan cara dipenggal batang lehernya.

Ibu Kultsum berusaha menemui Abdul Malik memohon amnesti untuk anaknya. Diharapkan ia menaruh rasa simpati kepadanya karena ia sudah berumur lebih dari satu abad.

Abdul Malik memberikan jawaban: Saya akan menyuruh Hajjaj untuk menulis di atas dua kertas; yang pertama “dibunuh” dan di kertas kedua “tidak dibunuh”. Selanjutnya kita suruh anakmu memilih salah satu kertas sebelum hukuman dilaksanakan. Andaikan ia betul teraniaya, Allah pasti akan membebaskannya.

Read the rest of this entry

Advertisements

Cara Berpikir

anak-anak di relAndaikan ada dua kelompok anak-anak bermain dekat pembelokan rel kereta api. Salah satu jalurnya masih berfungsi, dan yang satunya lagi sudah tidak digunakan. Pada bagian yang sudah tidak digunakan, hanya ada satu orang anak yang bermain di sana. Sedangkan sejumlah anak-anak lainnya bermain pada jalur yang masih aktif. Ketika itu, Anda berdiri tepat di mana hanya Anda yang bisa memindahkan jalur perjalanan kereta api.

Pada saat itu Anda tiba-tiba melihat ada kereta api yang datang, sedangkan anak-anak masih asyik bermain di atas rel. Sepertinya mereka tidak menyadari kedatangan kereta yang cukup kencang. Anda tidak punya kesempatan kecuali hanya beberapa detik.

Apakah tindakan yang akan Anda ambil saat itu? Ke arah mana kira-kira Anda akan mengarahkan jalannya kereta api?

Read the rest of this entry

Berbaik Sangka

Salah satu pengalaman dalam pergaulan yang dituliskan oleh syaikh Abbas As Sisi di dalam kitab beliau “Adz Dzauq Suluk Ar Ruh” adalah:

Suatu kali seorang lelaki berkunjung kepada temannya yang sedang berada di toko tempat ia berjualan. Bertepatan waktu itu, temannya baru selesai menghitung uang hasil jualan barang dagangannya.

Setelah lama berbincang-bincang santai, sang pemilik toko ingin ke toilet. Sebelum pergi, dengan otomatis tangannya mengunci laci tempat uang yang baru saja ia hitung. Kemudian ia langsung pergi menunaikan hajatnya. Sementara temannya duduk di samping meja tempat laci penyimpanan uang.

Read the rest of this entry

Pasukan yang Terluka

pejuangBagaimanakah nasibnya sekelompok pasukan yang sedang terluka bila menghadapi pasukan lawan yang sangat kuat, unggul secara jumlah dan peralatan tempur? Adakah masuk akal mereka akan menang dalam pertempuran tersebut?

Pasukan ini sedang terluka, lahir dan batin. Pucuk pimpinan sedang terluka. Beberapa panglima senior telah pergi menemui Rabb-nya. Adapula sebagian personil yang membelot, menyempal dan keluar dari pasukan besar. Sebagian personil khusus juga ada yang telah jatuh kepada kesalahan dan pelanggaran. Banyak prajurit yang mengalami luka-luka fisik. Antara sabetan pedang, tusukan panah dan hantaman tombak. Luka di badan, di kaki, tangan, wajah dan seluruh anggota tubuh. Berbagai isu negatif juga menerpa dengan hebatnya. Sebagian pasukan ada yang telah tersungkur di atas lututnya, sebagian lain duduk terhempas lemas melempar pedang. Tak sanggup lagi melanjutkan perjuangan.

Read the rest of this entry

Sesal

Dan ingatlah hari akhirat ketika orang yang zalim menggigit dua tangannya, seraya berkata: “Aduhai kiranya dahulu aku mengambil jalan (yang benar) bersama Rasul. Aduhai kiranya aku dahulu tidak menjadikan si fulan sebagai teman akrabku.” (Al-Furqan: 27-28)

Betapa indah ayat ini berbicara tentang manusia-manusia yang baru mau sadar ketika kesadaran tidak lagi bermakna. Baru mau menyesal saat penyesalan tiada lagi berguna. Read the rest of this entry