RSS Feed

Tag Archives: Kebenaran

Kisah Burung Pipit dan Nabi Ibrahim as

burung-pipitSaat Nabi Ibrahim as dibakar oleh Raja Namrudz dan kaumnya, ada seekor burung pipit yang menyaksikan peristiwa tersebut. Ia kemudian terbang bolak-balik mencari air. Burung pipit itu mengisi air di dalam paruhnya kemudian dilepaskannya ke atas unggun api yang membakar Nabi Ibrahim. Itulah yang dilakukannya berulang kali hingga Nabi Ibrahim as diselamatkan oleh-Nya.

Perbuatan burung pipit itu diperhatikan oleh makhluk Allah yang lain, lantas bertanyalah mereka kepada burung kecil itu,

Read the rest of this entry

Advertisements

Pasukan yang Terluka

pejuangBagaimanakah nasibnya sekelompok pasukan yang sedang terluka bila menghadapi pasukan lawan yang sangat kuat, unggul secara jumlah dan peralatan tempur? Adakah masuk akal mereka akan menang dalam pertempuran tersebut?

Pasukan ini sedang terluka, lahir dan batin. Pucuk pimpinan sedang terluka. Beberapa panglima senior telah pergi menemui Rabb-nya. Adapula sebagian personil yang membelot, menyempal dan keluar dari pasukan besar. Sebagian personil khusus juga ada yang telah jatuh kepada kesalahan dan pelanggaran. Banyak prajurit yang mengalami luka-luka fisik. Antara sabetan pedang, tusukan panah dan hantaman tombak. Luka di badan, di kaki, tangan, wajah dan seluruh anggota tubuh. Berbagai isu negatif juga menerpa dengan hebatnya. Sebagian pasukan ada yang telah tersungkur di atas lututnya, sebagian lain duduk terhempas lemas melempar pedang. Tak sanggup lagi melanjutkan perjuangan.

Read the rest of this entry

Sesal

Dan ingatlah hari akhirat ketika orang yang zalim menggigit dua tangannya, seraya berkata: “Aduhai kiranya dahulu aku mengambil jalan (yang benar) bersama Rasul. Aduhai kiranya aku dahulu tidak menjadikan si fulan sebagai teman akrabku.” (Al-Furqan: 27-28)

Betapa indah ayat ini berbicara tentang manusia-manusia yang baru mau sadar ketika kesadaran tidak lagi bermakna. Baru mau menyesal saat penyesalan tiada lagi berguna. Read the rest of this entry

Teori Relativitas

Kali ini, kita tidak sedang membahas tentang teori relativitas Einstein yang terkenal dengan rumus E = mc2. Kita tahu, Einstein dalam postulatnya mengatakan bahwa :

Prinsip relativitas (postulat pertama): Hukum-hukum fisika adalah sama untuk setiap kerangka acuan

Prinsip kekonstanan kecepatan cahaya (postulat kedua): Cahaya dapat merambat dalam vakum (misalnya, ruang vakum, atau “ruang bebas”), kecepatan cahaya dinotasikan dengan c, yang konstan terhadap gerak benda yang meiliki radiasi.

Dari postulat di atas, jelas bahwa Einstein menerangkan bahwa teori relativitasnya “hanya” berlaku pada hukum-hukum fisika. Sekarang, ada sebuah “teori relativitas” lainnya yang tidak terbatas hanya pada hukum-hukum fisika. Read the rest of this entry